Truk besar terguling di Jalan Ceger pada Selasa malam, 28 Oktober 2025, pukul 19:13 WIB. Kecelakaan tunggal ini sontak menyebabkan kemacetan total di jalur utama komuter. Insiden ini terjadi saat jam sibuk dan membutuhkan penanganan serius karena badan truk yang melintang menutup penuh lajur.
Suasana malam hari di Jalan Ceger yang biasanya ramai dengan hilir mudik komuter berubah drastis menjadi padat tak bergerak setelah sebuah truk angkutan barang terguling. Pemandangan ini terjadi pada Selasa malam yang sibuk. Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan barisan panjang pengendara sepeda motor, yang mayoritas adalah pekerja dan komuter, terperangkap dalam kemacetan total. Mereka tampak kesulitan mencari celah di tengah bahu jalan yang padat, yang dipenuhi warung, pedagang kaki lima, serta keramaian yang selalu ada di sekitar area minimarket.
Insiden yang terjadi tepat di depan pusat jajanan malam tersebut sontak menjadi tontonan warga dan para pengendara yang terpaksa berhenti. Rizka Dwi Meylida, seorang pengendara jalan yang berada persis di belakang truk saat kejadian, menceritakan detik-detik menegangkan tersebut. "Truk itu sepertinya hilang kendali saat menikung tajam atau mungkin saja terjeblos got di pinggir jalan yang kurang terlihat, lalu langsung miring dan terguling dengan cepat. Suaranya keras sekali, membuat semua orang terkejut. Untung saat itu pejalan kaki sedang tidak terlalu ramai dan tidak ada yang tertimpa secara langsung," ujarnya.
Kecelakaan pada pukul 19:13 WIB ini sontak menghentikan tidak hanya lalu lintas, tetapi juga aktivitas ekonomi di pinggir jalan. Para pedagang terpaksa merapatkan dagangan mereka karena badan truk yang besar melintang dan memakan hampir seluruh lajur jalan, meninggalkan sedikit sekali ruang untuk dilewati. Kondisi ini membuat penanganan awal oleh warga dan petugas menjadi sangat sulit. Selain ukuran truk yang besar dan berat, kondisi penerangan malam yang minim dan kerumitan kabel listrik serta telepon yang semrawut melintang di atas kepala juga menambah rumit proses pengangkutannya. Petugas harus berhati-hati agar kabel-kabel tersebut tidak tersangkut atau terputus saat proses evakuasi.
Kejadian ini kembali menyoroti isu krusial mengenai keselamatan berkendara bagi kendaraan besar di malam hari, terutama di jalur padat seperti Jalan Ceger. Selain itu, masalah efektivitas jalur evakuasi di jalan-jalan padat ibu kota juga menjadi sorotan. Kemacetan total di Jalan Ceger diperkirakan berlangsung hingga beberapa jam ke depan, menunggu kedatangan alat berat seperti crane untuk mengevakuasi badan truk yang menjadi penyebab utama lumpuhnya lalu lintas pada malam puncak.

Komentar
Posting Komentar